Skip to main content

Kamu Bisa Jatuh Cinta Berkali-kali

 Tahun 2024 ini trend tentang hubungan percintaan, standar pernikahan, apa yang harus di punya oleh seorang pria/wanita yang dianggap “greenflag” dan banyak hal tentang “cinta seharusnya…”

Semua stigma-stigma yang muncul membangun keterbatasan tentang jatuh cinta itu sendiri, ketika kita menganggap kalau kita tidak menemukan yang seusai maka kita anggap dia bukanlah yang terbaik. Jadi bagaimanapun orang itu berusaha memberikan perhatian terbaiknya, kita akan terus menganggap kurang.

Ditarik lebih mundur lagi, mungkin kita perlu memberikan waktu ke diri sendiri untuk bernafas dan merenungkan apa yang sudah kita alami sepanjang kita hidup. Apakah ada dalam hidup kita mengalami trauma-trauma masa kecil, percintaan, parenting dari orang tua yang punya latar belakang terluka juga tentang relationship yang ujung-ujungnya berdampak pada cara kita memahami jatuh cinta.

Patah hati, sedih, dan merasa kadang ingin menyerah menemukan cinta yang sesungguhnya adalah hal yang sangat wajar dan manusiawi. Kita tidak memiliki keharusan untuk move on dan let go secepatnya, membiarkan rasa itu terproses dengan waktu yang masing-masing pribadi butuhkan dan bukan karna adanya “standar” yang kita baca di media sosial. Penting untuk kita memiliki proses berduka ini, kita akan lebih bisa melihat bagaimana kita tumbuh selangkah lagi menjadi lebih dewasa dalam melihat cinta.

Proses berevolusi akan membantu kita terus membangun hubungan dengan diri sendiri, menyembuhkan setiap bagian luka yang kita sadari maupun tidak kita sadari membuat kita mencintai diri sendiri lebih lagi sehingga ketika tangki cinta kita sudah dipenuhi oleh diri sendiri, maka kita baru bisa menemukan dan merasakan cinta yang tulus dari orang terbaik yang sudah ditentukan Tuhan untuk kita. 

Semua ada waktunya, fokus dengan diri sendiri, terus temukan sisi-sisi yang belum terlihat maka kamu akan melihat bahwa Tuhan baik, banyak berkat yang sudah diberikan namun belum kita sadari saja. Nikmati saja proses-Nya, sakit-sembuh, baik-buruk, benar-salah, dst. Kita manusia biasa, jadi jangan terlalu menyakiti diri sendiri dengan “standar” media sosial yang itupun belum tentu cocok dengan kita.

Jika saat kamu membaca tulisan ini dan sedang merasakan patah hati, biarkan saja kalau kamu mau menangis setiap hari, mendengarkan lagu-lagu galau, bernostalgia dan merasakan sakit yang dalam, biarkan saja ya karena nanti kamu akan paham kenapa kamu perlu patah hati dengan dia. Terus jalan ke depan, semesta pasti mendukung proses tumbuh kita, istirahat juga jika kamu lelah, dia paham kamu membutuhkannya. 

Suatu hari nanti kamu akan kembali jatuh cinta lagi dengan lebih tenang, menyenangkan, dan indah pada waktu yang sudah semesta tentukan ketika kamu sudah dinilai siap menerima cinta yang lebih tulus dan kamupun begitu dengannya. 

Selamat menikmati perjalananmu, terus berkoneksi dengan diri sendiri dan Tuhanmu, Dia baik dan tidak mungkin membuat kamu merana. Dan sampai pada saat itu, kamu akan mengucap dalam hati “pada akhirnya aku bisa jatuh cinta lagi”.

Comments

Popular posts from this blog

acceptance.

katanya melepaskan adalah bagian dari mencintai, mencintai orang tua, pasangan, pertemanan, atau hubungan dengan apapun/siapapun. tapi rasanya bukan hal yang mudah untuk sampai di titik itu karena ini tentang rasa, yang tidak bisa dikalkulasi dengan angka bahkan perencanaan seperti dalam pekerjaan yang jikalau gagal tak apa karena itu hanyalah sebuah data. melepaskan adalah bagian penerimaan yang dalam dan penerimaan adalah bagian dari proses duka.  duka diawali dengan penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi dan diakhiri dengan penerimaan. kamu akan menyangkal bahwa kamu tidak terima akan kehilangan sesuatu yang kamu cintai dan penuh dengan ekspektasi lalu akan masuk ke fase kemarahan di mana kamu melakukan penyangkalan diri; bahkan mungkin ke orang yang bersangkutan dengan situasi tersebut.  masa habis itu, masuklah kamu tawar-menawar dalam hati tentang bagaimana kamu bisa merubah situasi agar sesuai dengan harapanmu yang rasanya super duper sakit lalu dirimu akan mer...

Hidup dengan Bijak

    Pagi ini rasanya cukup sejuk, pukul 07.00 lebih tepatnya. Setelah bermeditasi dan berdoa, aku membuka alkitab dan menemukan bacaan yang menarik perhatianku. Ini bacaannya : 1 Timotius 6:17-21 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,   melainkan pada Allah   yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.   Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,   suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya   di waktu yang akan datang untuk mencapai   hidup yang sebenarnya. Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan   kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong   dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan...