katanya melepaskan adalah bagian dari mencintai, mencintai orang tua, pasangan, pertemanan, atau hubungan dengan apapun/siapapun.
tapi rasanya bukan hal yang mudah untuk sampai di titik itu karena ini tentang rasa, yang tidak bisa dikalkulasi dengan angka bahkan perencanaan seperti dalam pekerjaan yang jikalau gagal tak apa karena itu hanyalah sebuah data.
melepaskan adalah bagian penerimaan yang dalam dan penerimaan adalah bagian dari proses duka.
duka diawali dengan penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi dan diakhiri dengan penerimaan.
kamu akan menyangkal bahwa kamu tidak terima akan kehilangan sesuatu yang kamu cintai dan penuh dengan ekspektasi lalu akan masuk ke fase kemarahan di mana kamu melakukan penyangkalan diri; bahkan mungkin ke orang yang bersangkutan dengan situasi tersebut.
masa habis itu, masuklah kamu tawar-menawar dalam hati tentang bagaimana kamu bisa merubah situasi agar sesuai dengan harapanmu yang rasanya super duper sakit lalu dirimu akan merasa sangat depresi (bukan tentang menghilangkan nyawa tapi seperti kehilangan arah saja).
akhirnya, fase terakhir yang mungkin paling berat dari semua fase, rasanya seperti "baik" tapi menerima bahwa apa yang kamu inginkan tidak akan pernah kamu dapatkan, uhhh... sakit sekali; lebih sakit daripada fase depresi.
proses penerimaan ini akan tetap di isi dengan tangisan, ketawa tapi nyes sakit tipis-tipis dalam hati, kamu hanya ingin diam dan kadang juga ingin menghilang tanpa ditemukan. tak apa, ini wajar, namanya juga manusia.
nanti ada satu masa dimana kamu bisa mengucap bahwa "aku sudah selesai" dan kemudian rasa yang tertahan selama ini seperti lepas dibawa angin.
lalu kamu akan merasa tenang, membalikkan badan dan meneruskan perjalanan selanjutnya yang menunggu.
berterimakasihlah pada dirimu sendiri karena mau memproses semua rasa yang seperti roller coaster dan ternyata kamu tetap baik-baik saja.
Comments
Post a Comment