Skip to main content

Posts

acceptance.

katanya melepaskan adalah bagian dari mencintai, mencintai orang tua, pasangan, pertemanan, atau hubungan dengan apapun/siapapun. tapi rasanya bukan hal yang mudah untuk sampai di titik itu karena ini tentang rasa, yang tidak bisa dikalkulasi dengan angka bahkan perencanaan seperti dalam pekerjaan yang jikalau gagal tak apa karena itu hanyalah sebuah data. melepaskan adalah bagian penerimaan yang dalam dan penerimaan adalah bagian dari proses duka.  duka diawali dengan penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi dan diakhiri dengan penerimaan. kamu akan menyangkal bahwa kamu tidak terima akan kehilangan sesuatu yang kamu cintai dan penuh dengan ekspektasi lalu akan masuk ke fase kemarahan di mana kamu melakukan penyangkalan diri; bahkan mungkin ke orang yang bersangkutan dengan situasi tersebut.  masa habis itu, masuklah kamu tawar-menawar dalam hati tentang bagaimana kamu bisa merubah situasi agar sesuai dengan harapanmu yang rasanya super duper sakit lalu dirimu akan mer...
Recent posts

Kamu Bisa Jatuh Cinta Berkali-kali

 Tahun 2024 ini trend tentang hubungan percintaan, standar pernikahan, apa yang harus di punya oleh seorang pria/wanita yang dianggap “greenflag” dan banyak hal tentang “cinta seharusnya…” Semua stigma-stigma yang muncul membangun keterbatasan tentang jatuh cinta itu sendiri, ketika kita menganggap kalau kita tidak menemukan yang seusai maka kita anggap dia bukanlah yang terbaik. Jadi bagaimanapun orang itu berusaha memberikan perhatian terbaiknya, kita akan terus menganggap kurang. Ditarik lebih mundur lagi, mungkin kita perlu memberikan waktu ke diri sendiri untuk bernafas dan merenungkan apa yang sudah kita alami sepanjang kita hidup. Apakah ada dalam hidup kita mengalami trauma-trauma masa kecil, percintaan, parenting dari orang tua yang punya latar belakang terluka juga tentang relationship yang ujung-ujungnya berdampak pada cara kita memahami jatuh cinta. Patah hati, sedih, dan merasa kadang ingin menyerah menemukan cinta yang sesungguhnya adalah hal yang sangat wajar dan man...

Khawatir juga manusiawi !

 Lukas 12:11-12 "Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan." di tahun 2023 ini. banyak sekali informasi yang kita dapat dalam sepersekian detik dari media sosial yang kalau kita sadari, hal ini mempengaruhi diri kita. kita jadi manusia yang makin overthinking, membanding-bandingkan hidup kita dengan orang-orang yang ada di media sosial, sampai-sampai sekarang isu kesehatan mental semakin meningkat. sedih rasanya melihat berita tentang bunuh diri semakin sering terdengar, membayangkan rasanya mereka yang bergumul dengan diri sendiri mau melakukan atau tidak tapi ada rasa sakit di dalam diri yang tidak bisa dijelaskan secara logika kepada orang lain. dari ayat di atas, saya disadarkan akan 1 hal, saya masih menjadi manusia yang mengandalkan hid...

Hidup dengan Bijak

    Pagi ini rasanya cukup sejuk, pukul 07.00 lebih tepatnya. Setelah bermeditasi dan berdoa, aku membuka alkitab dan menemukan bacaan yang menarik perhatianku. Ini bacaannya : 1 Timotius 6:17-21 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,   melainkan pada Allah   yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.   Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,   suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya   di waktu yang akan datang untuk mencapai   hidup yang sebenarnya. Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan   kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong   dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan...

Kegagalan Kunci Keberhasilan

Pernah ga merasa kalau kita harus melakukan segalanya perfect  dan ga bisa tuh menerima kegagalan baik kecil apalagi besar. Biasanya hal ini terjadi paling sering di f ase hidup yang sedang produktif- produktifnya. Dan kalau sampai kita gagal, ya kita melabeli diri kita orang yang ga berguna atau ga mampu untuk melakukan hal tersebut.  Aku p ernah berdiskusi dengan seorang yang sukses tapi beliau tidak berkenan untuk menjadi terkenal dan memberikan motivasi seperti kebanyakan.  Dalam obrolan kami tentang pengalaman hidup dan bisnis, ada 1 hal yang menjadi pembelajaran yang penting buat aku: "saya bisa kayak sekarang ini karena saya mengalami banyak sekali kegagalan dan jatuh bangun makanya saya mau bisa sharing dan bantu banyak pebisnis yang mungkin kehilangan arah dalam menjalani hidup dan bisnisnya." Kata- kata beliau di atas menampar aku yang selama ini terdidik dan tumbuh di lingkungan yang seakan-akan mengharuskan kita selalu berhasil dan ga boleh gagal sedikitpun, m...

Percaya & Berserah itu Sulit !

  Wahyu 12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia diperlihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya Pernahkah mengalami rasanya masalah yang dihadapi tidak ada jalan keluarnya, mustahil lah buat selesai. Stres banget, pengen bentur-benturin kepala ke tembok, pengen menghilang woooshhhh.... ! dari muka bumi ini kalau bisa.  Aku sangat mengalami ini berkali-kali dan ini tidak mengenal waktu aku usia berapapun. Kadang ada yang bilang umur 25an kita mengalami quarter life crisis  karena baru memulai karir atau menikah muda misalnya. Tapi setelah melewati beberapa level umur yang katanya bakal merasakan krisis-krisis, aku kurang setuju karena aku manusia hidup yang pasti bertumbuh dan akan mengalami banyak hal yang memang diijinkan Tuhan terjadi karena Tuhan mau aku lebih dewasa secara pribadi manusia dan secara spiritual.  Emang bukan hal mudah buat jalanin dan tinggal ketik aja ! Sebelum aku ...