Skip to main content

Tuhan Mau Apa ?

Mat. 6:33 "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Selama lebih dari 30 tahun diijinkan hidup di dunia ini, aku baru tahu Tuhan mau apa buat hidupku dengan badai yang luar biasa banyak dalam hidup hingga hampir kehilangan nyawa. 

Ya, ikut Tuhan memang ga gampang tapi bukan mustahil melewati segambreng masalah dan cobaan yang sampe kita sebagai manusia merasa ga mungkin banget masalah-masalah itu selesai (kalau pakai logika dan ukuran manusia :D )

Lalu, gimana aku bisa tahu apa tujuan Tuhan buat aku selama di dunia ini ?
    
Tahun 2019 adalah salah 1 tahun titik terendahku, hampir aku kehilangan nyawaku tapi Tuhan jemput kembali aku dan Dia berjanji bahwa ada rencana yang luar biasa indah yang sudah Dia persiapkan untuk aku.

Di saat itu mana aku tahu bentuk tujuan indahnya yang penting aku sudah selamat dan Dia sudah janji ya sudah! Di saat itu hanya minta petunjuk dan dibimbing untuk kembali ke jalan-Nya, udah ga kepikiran kayak apa jalanin pemulihan mental dan rohani kedepannya, uda pasrah TOTAL !

Lalu di tahun 2020 aku bertanya dalam doa, kenapa Tuhan mengijinkan aku melewati titik terendah di tahun 2019 itu. Jawabannya : "Aku mau kamu menjadi alat-Ku untuk anak-anak-Ku yang masih hilang arah tapi kamu harus mengorbankan dirimu biar kamu tahu apa yang dirasakan mereka."

Dang !!

OKE SIAP LAKSANAKAN ! tapi gatau juga apa bentuk "pekerjaan" yang mau dikasi yang penting ya dulu, pusing nanti !

Sejak saat itu hingga sekarang, aku benar-benar cuma memperbaiki diri dan hubungan dengan Tuhan yang ga gampang banget tapi aku punya 1 keyakinan, 

    Tuhan ga bilang kalo jalanku akan mulus-mulus aja dan Dia juga ga bilang kalo aku harus terus baik-baik saja buat memperbaiki hidup dan relasi dengan Tuhan karena itu bagian Tuhan bekerja buat hidupku.

Sekarang, hidupku lebih legowo tapi tetep ya ada aja stres dan masalah. Tetep harus dihadapi tapi sekarang bukan lagi mengandalkan logika dan kemampuan diri sendiri, sekarang pakai kuasa dan bimbingan Tuhan biar apapun hasil dan proses yang aku lalui akan menghasilkan buah yang baik minimal buat diriku sendiri.

Tuhan Yesus memberkati :)

Comments

Popular posts from this blog

acceptance.

katanya melepaskan adalah bagian dari mencintai, mencintai orang tua, pasangan, pertemanan, atau hubungan dengan apapun/siapapun. tapi rasanya bukan hal yang mudah untuk sampai di titik itu karena ini tentang rasa, yang tidak bisa dikalkulasi dengan angka bahkan perencanaan seperti dalam pekerjaan yang jikalau gagal tak apa karena itu hanyalah sebuah data. melepaskan adalah bagian penerimaan yang dalam dan penerimaan adalah bagian dari proses duka.  duka diawali dengan penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi dan diakhiri dengan penerimaan. kamu akan menyangkal bahwa kamu tidak terima akan kehilangan sesuatu yang kamu cintai dan penuh dengan ekspektasi lalu akan masuk ke fase kemarahan di mana kamu melakukan penyangkalan diri; bahkan mungkin ke orang yang bersangkutan dengan situasi tersebut.  masa habis itu, masuklah kamu tawar-menawar dalam hati tentang bagaimana kamu bisa merubah situasi agar sesuai dengan harapanmu yang rasanya super duper sakit lalu dirimu akan mer...

Kamu Bisa Jatuh Cinta Berkali-kali

 Tahun 2024 ini trend tentang hubungan percintaan, standar pernikahan, apa yang harus di punya oleh seorang pria/wanita yang dianggap “greenflag” dan banyak hal tentang “cinta seharusnya…” Semua stigma-stigma yang muncul membangun keterbatasan tentang jatuh cinta itu sendiri, ketika kita menganggap kalau kita tidak menemukan yang seusai maka kita anggap dia bukanlah yang terbaik. Jadi bagaimanapun orang itu berusaha memberikan perhatian terbaiknya, kita akan terus menganggap kurang. Ditarik lebih mundur lagi, mungkin kita perlu memberikan waktu ke diri sendiri untuk bernafas dan merenungkan apa yang sudah kita alami sepanjang kita hidup. Apakah ada dalam hidup kita mengalami trauma-trauma masa kecil, percintaan, parenting dari orang tua yang punya latar belakang terluka juga tentang relationship yang ujung-ujungnya berdampak pada cara kita memahami jatuh cinta. Patah hati, sedih, dan merasa kadang ingin menyerah menemukan cinta yang sesungguhnya adalah hal yang sangat wajar dan man...

Hidup dengan Bijak

    Pagi ini rasanya cukup sejuk, pukul 07.00 lebih tepatnya. Setelah bermeditasi dan berdoa, aku membuka alkitab dan menemukan bacaan yang menarik perhatianku. Ini bacaannya : 1 Timotius 6:17-21 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,   melainkan pada Allah   yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.   Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,   suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya   di waktu yang akan datang untuk mencapai   hidup yang sebenarnya. Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan   kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong   dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan...