Skip to main content

Percaya & Berserah itu Sulit !

 Wahyu 12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia diperlihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya

Pernahkah mengalami rasanya masalah yang dihadapi tidak ada jalan keluarnya, mustahil lah buat selesai. Stres banget, pengen bentur-benturin kepala ke tembok, pengen menghilang woooshhhh.... ! dari muka bumi ini kalau bisa. 

Aku sangat mengalami ini berkali-kali dan ini tidak mengenal waktu aku usia berapapun. Kadang ada yang bilang umur 25an kita mengalami quarter life crisis karena baru memulai karir atau menikah muda misalnya. Tapi setelah melewati beberapa level umur yang katanya bakal merasakan krisis-krisis, aku kurang setuju karena aku manusia hidup yang pasti bertumbuh dan akan mengalami banyak hal yang memang diijinkan Tuhan terjadi karena Tuhan mau aku lebih dewasa secara pribadi manusia dan secara spiritual. 

Emang bukan hal mudah buat jalanin dan tinggal ketik aja ! Sebelum aku mengalami fase berserah total, aku juga manusia yang sangat memakai otak saja sehingga banyak overthinking yang berlebihan, mikirin masa depan yang aku juga ga bisa tahu bakalan kayak apa, takut kalau bikin kesalahan dan dianggap tidak mampu sama orang lain. 

Setelah mengalami fase berserah total, sekarang ini segalanya aku serahkan sama Tuhan. Caranya gimana sih? Emang bisa ? Jangan-jangan cuma sok-sokan berserah tapi ga bener-bener berserah, gimana bisa tahu kalau sudah berserah?

Caranya cuma doa, doa dan doa. Doa yang isinya cuma curcol sama Tuhan tentang apapun, tentang keraguan, ketakutan, kebingungan, hal-hal ga jelas pun aku curhatin. Sesederhana aku cuma bilang sama Tuhan waktu stres, "Tuhan aku hari ini rasanya gelisah, bingung kenapa kok perasaanku campur-campur, pengen nangis tapi kok ga bisa ya Tuhan, tolong aku."

Eh, tiba-tiba ada aja temen yang nelpon buat curhat dan gatau aku kesambet apa (harusnya sih Roh Kudus ya :P ), aku bisa menguatkan dia dan sekaligus menguatkan aku secara tidak langsung. Lega deh abis itu, instan sekali Tuhan menjawab!

Jadi, buat Tuhan ga ada doa atau obrolan yang receh !!

Tuhan itu selalu janji berikan yang terbaik buat hidup kita dan yang pasti Dia tidak akan pernah sekalipun melanggar janji-Nya karena kita terlalu berharga buat Dia.

Aku mau akhiri tulisan ini dengan secuil ayat yang menguatkan:

Lukas 1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.

God bless you !

Comments

Popular posts from this blog

acceptance.

katanya melepaskan adalah bagian dari mencintai, mencintai orang tua, pasangan, pertemanan, atau hubungan dengan apapun/siapapun. tapi rasanya bukan hal yang mudah untuk sampai di titik itu karena ini tentang rasa, yang tidak bisa dikalkulasi dengan angka bahkan perencanaan seperti dalam pekerjaan yang jikalau gagal tak apa karena itu hanyalah sebuah data. melepaskan adalah bagian penerimaan yang dalam dan penerimaan adalah bagian dari proses duka.  duka diawali dengan penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi dan diakhiri dengan penerimaan. kamu akan menyangkal bahwa kamu tidak terima akan kehilangan sesuatu yang kamu cintai dan penuh dengan ekspektasi lalu akan masuk ke fase kemarahan di mana kamu melakukan penyangkalan diri; bahkan mungkin ke orang yang bersangkutan dengan situasi tersebut.  masa habis itu, masuklah kamu tawar-menawar dalam hati tentang bagaimana kamu bisa merubah situasi agar sesuai dengan harapanmu yang rasanya super duper sakit lalu dirimu akan mer...

Kamu Bisa Jatuh Cinta Berkali-kali

 Tahun 2024 ini trend tentang hubungan percintaan, standar pernikahan, apa yang harus di punya oleh seorang pria/wanita yang dianggap “greenflag” dan banyak hal tentang “cinta seharusnya…” Semua stigma-stigma yang muncul membangun keterbatasan tentang jatuh cinta itu sendiri, ketika kita menganggap kalau kita tidak menemukan yang seusai maka kita anggap dia bukanlah yang terbaik. Jadi bagaimanapun orang itu berusaha memberikan perhatian terbaiknya, kita akan terus menganggap kurang. Ditarik lebih mundur lagi, mungkin kita perlu memberikan waktu ke diri sendiri untuk bernafas dan merenungkan apa yang sudah kita alami sepanjang kita hidup. Apakah ada dalam hidup kita mengalami trauma-trauma masa kecil, percintaan, parenting dari orang tua yang punya latar belakang terluka juga tentang relationship yang ujung-ujungnya berdampak pada cara kita memahami jatuh cinta. Patah hati, sedih, dan merasa kadang ingin menyerah menemukan cinta yang sesungguhnya adalah hal yang sangat wajar dan man...

Hidup dengan Bijak

    Pagi ini rasanya cukup sejuk, pukul 07.00 lebih tepatnya. Setelah bermeditasi dan berdoa, aku membuka alkitab dan menemukan bacaan yang menarik perhatianku. Ini bacaannya : 1 Timotius 6:17-21 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,   melainkan pada Allah   yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.   Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,   suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya   di waktu yang akan datang untuk mencapai   hidup yang sebenarnya. Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan   kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong   dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan...