Skip to main content

Khawatir juga manusiawi !

 Lukas 12:11-12

"Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."

di tahun 2023 ini. banyak sekali informasi yang kita dapat dalam sepersekian detik dari media sosial yang kalau kita sadari, hal ini mempengaruhi diri kita.

kita jadi manusia yang makin overthinking, membanding-bandingkan hidup kita dengan orang-orang yang ada di media sosial, sampai-sampai sekarang isu kesehatan mental semakin meningkat.

sedih rasanya melihat berita tentang bunuh diri semakin sering terdengar, membayangkan rasanya mereka yang bergumul dengan diri sendiri mau melakukan atau tidak tapi ada rasa sakit di dalam diri yang tidak bisa dijelaskan secara logika kepada orang lain.

dari ayat di atas, saya disadarkan akan 1 hal, saya masih menjadi manusia yang mengandalkan hidup kepada diri sendiri dan lingkungan sekitar, saya lupa bahwa saya memiliki Tuhan yang luar biasa besar kekuatan dan rencana-Nya pasti indah buat saya meskipun saya tidak tahu seperti apa masa depan nanti.

khawatir adalah hal manusiawi dan tidak perlu disangkal hanya untuk merasa bahwa kita harus kuat. kadang kita akui saja kalau memang sedang khawatir, takut, kecewa, atau perasaan-perasaan negatif lainnya. kalau kamu mau menangis ya menangis saja, kamu akan kuat setelahnya.

saya sering kali berucap kepada kawan-kawan saya bahwa Tuhan rindu pada mereka tapi ternyata itu juga pesan Tuhan untuk diri saya sendiri. Tuhan mau saya lebih mengandalkan Dia, mengarahkan diri terus mendekat pada-Nya, peka terhadap rencana-Nya dalam hidup saya, dan terutama terus belajar buat berserah akan setiap langkah hidup saya.

saya bersyukur masih diingatkan setiap hari bahwa hidup saya akan baik-baik saja meskipun musim hidup sedang tidak baik-baik saja.

pesan terakhir yang penting adalah apapun kondisi hidup saya saat ini, tidak mendefinisikan masa depan saya nanti karena Tuhan punya rencana yang luar biasa indah buat saya dan kalian yang membaca tulisan ini. 

Tuhan memberkati selalu dan jangan putus asa karena Tuhan selalu sayang kamu :)

Comments

Popular posts from this blog

acceptance.

katanya melepaskan adalah bagian dari mencintai, mencintai orang tua, pasangan, pertemanan, atau hubungan dengan apapun/siapapun. tapi rasanya bukan hal yang mudah untuk sampai di titik itu karena ini tentang rasa, yang tidak bisa dikalkulasi dengan angka bahkan perencanaan seperti dalam pekerjaan yang jikalau gagal tak apa karena itu hanyalah sebuah data. melepaskan adalah bagian penerimaan yang dalam dan penerimaan adalah bagian dari proses duka.  duka diawali dengan penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi dan diakhiri dengan penerimaan. kamu akan menyangkal bahwa kamu tidak terima akan kehilangan sesuatu yang kamu cintai dan penuh dengan ekspektasi lalu akan masuk ke fase kemarahan di mana kamu melakukan penyangkalan diri; bahkan mungkin ke orang yang bersangkutan dengan situasi tersebut.  masa habis itu, masuklah kamu tawar-menawar dalam hati tentang bagaimana kamu bisa merubah situasi agar sesuai dengan harapanmu yang rasanya super duper sakit lalu dirimu akan mer...

Kamu Bisa Jatuh Cinta Berkali-kali

 Tahun 2024 ini trend tentang hubungan percintaan, standar pernikahan, apa yang harus di punya oleh seorang pria/wanita yang dianggap “greenflag” dan banyak hal tentang “cinta seharusnya…” Semua stigma-stigma yang muncul membangun keterbatasan tentang jatuh cinta itu sendiri, ketika kita menganggap kalau kita tidak menemukan yang seusai maka kita anggap dia bukanlah yang terbaik. Jadi bagaimanapun orang itu berusaha memberikan perhatian terbaiknya, kita akan terus menganggap kurang. Ditarik lebih mundur lagi, mungkin kita perlu memberikan waktu ke diri sendiri untuk bernafas dan merenungkan apa yang sudah kita alami sepanjang kita hidup. Apakah ada dalam hidup kita mengalami trauma-trauma masa kecil, percintaan, parenting dari orang tua yang punya latar belakang terluka juga tentang relationship yang ujung-ujungnya berdampak pada cara kita memahami jatuh cinta. Patah hati, sedih, dan merasa kadang ingin menyerah menemukan cinta yang sesungguhnya adalah hal yang sangat wajar dan man...

Hidup dengan Bijak

    Pagi ini rasanya cukup sejuk, pukul 07.00 lebih tepatnya. Setelah bermeditasi dan berdoa, aku membuka alkitab dan menemukan bacaan yang menarik perhatianku. Ini bacaannya : 1 Timotius 6:17-21 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,   melainkan pada Allah   yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.   Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,   suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya   di waktu yang akan datang untuk mencapai   hidup yang sebenarnya. Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan   kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong   dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan...