Skip to main content

Krisis Seperempat Usia Manusia

memasuki umur 25/ 26 tahun dulu aku mengalami yang namanya quarter life crisis

apa sih quarter life crisis?
banyak yang bilang kalo di umur-umur menjelang 24 tahun sampe 29 tahun kita mengalami kegalauan soal masa depan kayak kerja, pasangan, keluarga, dan lainnya.
aku juga mengalami masa-masa galau + stres yang ga jelas sampai bikin sakit-sakitan ga jelas.

pengalaman pertama yang dirasain tentang pacar, dari umur 23 tahun udah mulai single dan enjoy aja karena sibuk dengan kegiatan-kegiatan organisasi yang menyita waktu + tenaga.
kemudian memasuki dunia bisnis keluarga yang juga luar biasa menyita pikiran dan juga mental.
dan dilanjut dengan berbagai kekhawatiran yang sebenernya cuma bentuk dari rasa takut mengalami rasa SAKIT, GAGAL, dan JATUH.

sampai pada akhirnya aku membuat kesimpulan bahwa semua itu masa transisi dari kuliah yang tanggung jawabnya cuma belajar dan ujian menuju tanggung jawab diri yang lebih besar.
yang dulunya menggantungkan diri sama orang tua menuju bertanggung jawab terutama secara keuangan untuk diri sendiri.

semua yang dirasakan dan dialami itu wajar banget dan it's okay tapi jangan berlarut-larut dan tenggelam sama perasaan ga enak dan bikin kepikiran.
aku berusaha dan belajar menerima bahwa itu fase wajar, menerima perasaan-perasaan yang takut buat dihadapi misalnya takut kalo gagal bisnis, ya udah hadapi aja rasa takut itu. Bilang sama diri sendiri, "ga apa-apa kalo kamu merasakan rasa takut, nikmati aja dan hadapi pelan-pelan". Juga berlaku buat semua perasaan-perasaan yang ga enak lainnya.

seiring berjalannya waktu, kebiasaan untuk menerima rasa-rasa ga enak atau negatif mendewasakan diri ku sendiri buat lebih kuat, tahan banting, dan percaya sama diri sendiri kalo aku bisa sukses, lebih maju buat diri ku sendiri.

hal yang paling penting buat menjalani semua proses masa transisi LINGKUNGAN yang positif dan membangun. Terserah mau untuk pengembangan diri atau buat bisnis atau kalo karyawan bisa juga ngobrol topik-topik yang berfaedah ( jangan gosip in temen doang ! )
baca buku yang membangun dan pastinya punya value positif !!

oh ya, kalo mengalami rasa stres/ depresi yang berlarut-larut ada baiknya cari bantuan atau sharing ke orang yang bisa dipercaya.
pergi ke psikolog kalo memang perlu, pergi ke psikolog bukan berarti GILA ya!!
di luar negeri, konsultasi ke psikolog bukan hal yang tabu malahan mereka dengan SADAR datang buat "menyembuhkan" mental mereka :)
sekarang juga banyak lembaga-lembaga non profit di media sosial yang melakukan pelayanan konsultaasi psikolog secara online kok!
soooo... selalu banyak cara buat bangkit dari keterpurukan, dari rasa depresi atau stres..
JANGAN PERNAH mendefinisikan sendiri masalah mental kita kalo kita ga sekolah Psikologi ya !

JANGAN BUNUH DIRI !
sayangi hidup kalian, cintai dan apresiasi diri kalian :)
JANGAN  MIKIRIN OMONGAN ORANG LAIN !
karena pengalaman hidup setiap orang itu beda-beda :)

JANGAN LUPA DOA!
apapun agama kalian, pegang teguh kuasa Tuhan bukan kuasa manusia atau ke dukun !

#stayhappy

Comments

Popular posts from this blog

acceptance.

katanya melepaskan adalah bagian dari mencintai, mencintai orang tua, pasangan, pertemanan, atau hubungan dengan apapun/siapapun. tapi rasanya bukan hal yang mudah untuk sampai di titik itu karena ini tentang rasa, yang tidak bisa dikalkulasi dengan angka bahkan perencanaan seperti dalam pekerjaan yang jikalau gagal tak apa karena itu hanyalah sebuah data. melepaskan adalah bagian penerimaan yang dalam dan penerimaan adalah bagian dari proses duka.  duka diawali dengan penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi dan diakhiri dengan penerimaan. kamu akan menyangkal bahwa kamu tidak terima akan kehilangan sesuatu yang kamu cintai dan penuh dengan ekspektasi lalu akan masuk ke fase kemarahan di mana kamu melakukan penyangkalan diri; bahkan mungkin ke orang yang bersangkutan dengan situasi tersebut.  masa habis itu, masuklah kamu tawar-menawar dalam hati tentang bagaimana kamu bisa merubah situasi agar sesuai dengan harapanmu yang rasanya super duper sakit lalu dirimu akan mer...

Kamu Bisa Jatuh Cinta Berkali-kali

 Tahun 2024 ini trend tentang hubungan percintaan, standar pernikahan, apa yang harus di punya oleh seorang pria/wanita yang dianggap “greenflag” dan banyak hal tentang “cinta seharusnya…” Semua stigma-stigma yang muncul membangun keterbatasan tentang jatuh cinta itu sendiri, ketika kita menganggap kalau kita tidak menemukan yang seusai maka kita anggap dia bukanlah yang terbaik. Jadi bagaimanapun orang itu berusaha memberikan perhatian terbaiknya, kita akan terus menganggap kurang. Ditarik lebih mundur lagi, mungkin kita perlu memberikan waktu ke diri sendiri untuk bernafas dan merenungkan apa yang sudah kita alami sepanjang kita hidup. Apakah ada dalam hidup kita mengalami trauma-trauma masa kecil, percintaan, parenting dari orang tua yang punya latar belakang terluka juga tentang relationship yang ujung-ujungnya berdampak pada cara kita memahami jatuh cinta. Patah hati, sedih, dan merasa kadang ingin menyerah menemukan cinta yang sesungguhnya adalah hal yang sangat wajar dan man...

Hidup dengan Bijak

    Pagi ini rasanya cukup sejuk, pukul 07.00 lebih tepatnya. Setelah bermeditasi dan berdoa, aku membuka alkitab dan menemukan bacaan yang menarik perhatianku. Ini bacaannya : 1 Timotius 6:17-21 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,   melainkan pada Allah   yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.   Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,   suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya   di waktu yang akan datang untuk mencapai   hidup yang sebenarnya. Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan   kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong   dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan...