Skip to main content

Cinta Maria untuk Allah

 Lukas 1:46-51 Lalu kata Maria : "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memberhatikan kerendahan hamba-Nya Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun termurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai beraikan orang- orang yang congkak hatinya.

Banyak dari umat Katolik yang dibaptis dari lahir dan mungkin banyak juga yang tidak memahami apa ya rasanya cinta ke Tuhan Yesus. Kita sudah terbiasa setiap hari Minggu misa di gereja bareng keluarga, jadi rutinitas yang kadang kita juga ga tau kenapa kita harus pergi selain karena "keharusan" dari kecil.

Aku adalah salah satu yang sudah dibaptis dari bayi, pelayanan dan berdoa bukan hal asing bahkan sudah jadi bagian hidup. Tapi untuk benar-benar merasakan jatuh cinta ketika menginjak usia 27 atau 28 tahun dimana aku mengalami kejatuhan mental yang paling parah selama aku hidup.

Sebelumnya aku hanya doa, misa, pelayanan dan seterusnya tanpa disadari aku ga tau sebenarnya melakukan semua itu (terutama pelayanan) sebenarnya untuk kemegahan diriku atau untuk memuliakan nama Tuhan.

Tapi ketika kejatuhan mental dan proses bangkit, aku belajar buat berserah dengan cara aku minta sama Tuhan buat membimbing aku mencari dan mengenal kehendak Dia dalam hidupku karena aku clueless. Prosesnya sangat tidak mudah tapi aku ga mau menyerah gitu aja, wong Tuhan aja ga menyerah untuk aku masak aku nyerah cuma karena godaan-godaan setan. 

Aku mulai mencoba untuk rajin saat teduh, baca alkitab meskipun ga paham bodo amat yang penting baca dulu aja, puji-pujian dari Youtube dan belajar buat doa seada-adanya tanpa kata-kata indah karena Tuhan cuma perlu niat hatiku untuk terus mengarah kepada-Nya. 

Ketika membaca perikop di atas, aku tahu betul bagaimana rasanya Maria begitu memuja dan mencintai Tuhan karena itu pun yang aku rasakan ketika aku benar-benar dekat dan mengarahkan hatiku terus menerus (bukan tanpa naik dan turun ya !). Bisa merasa benar-benar "terhubung" dengan Tuhan itu rasanya kayak setiap langkah yang mau diambil, tinggal nanya dan nantinya Tuhan akan kasi tanda keputusan apa yang sebaiknya aku ambil (tetep pakai logika dan doa sebelum memutuskan buat memastikan). 

Begitu indahnya hubungan Maria dengan Allah melalui pengalaman hidupnya bersama Tuhan Yesus dan demikianlah aku ingin terus berusaha memiliki hati seperti Maria yang mencintai Tuhan-nya dengan begitu indah, besar dan penuh sukacita.

God bless you !

Comments

Popular posts from this blog

acceptance.

katanya melepaskan adalah bagian dari mencintai, mencintai orang tua, pasangan, pertemanan, atau hubungan dengan apapun/siapapun. tapi rasanya bukan hal yang mudah untuk sampai di titik itu karena ini tentang rasa, yang tidak bisa dikalkulasi dengan angka bahkan perencanaan seperti dalam pekerjaan yang jikalau gagal tak apa karena itu hanyalah sebuah data. melepaskan adalah bagian penerimaan yang dalam dan penerimaan adalah bagian dari proses duka.  duka diawali dengan penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi dan diakhiri dengan penerimaan. kamu akan menyangkal bahwa kamu tidak terima akan kehilangan sesuatu yang kamu cintai dan penuh dengan ekspektasi lalu akan masuk ke fase kemarahan di mana kamu melakukan penyangkalan diri; bahkan mungkin ke orang yang bersangkutan dengan situasi tersebut.  masa habis itu, masuklah kamu tawar-menawar dalam hati tentang bagaimana kamu bisa merubah situasi agar sesuai dengan harapanmu yang rasanya super duper sakit lalu dirimu akan mer...

Kamu Bisa Jatuh Cinta Berkali-kali

 Tahun 2024 ini trend tentang hubungan percintaan, standar pernikahan, apa yang harus di punya oleh seorang pria/wanita yang dianggap “greenflag” dan banyak hal tentang “cinta seharusnya…” Semua stigma-stigma yang muncul membangun keterbatasan tentang jatuh cinta itu sendiri, ketika kita menganggap kalau kita tidak menemukan yang seusai maka kita anggap dia bukanlah yang terbaik. Jadi bagaimanapun orang itu berusaha memberikan perhatian terbaiknya, kita akan terus menganggap kurang. Ditarik lebih mundur lagi, mungkin kita perlu memberikan waktu ke diri sendiri untuk bernafas dan merenungkan apa yang sudah kita alami sepanjang kita hidup. Apakah ada dalam hidup kita mengalami trauma-trauma masa kecil, percintaan, parenting dari orang tua yang punya latar belakang terluka juga tentang relationship yang ujung-ujungnya berdampak pada cara kita memahami jatuh cinta. Patah hati, sedih, dan merasa kadang ingin menyerah menemukan cinta yang sesungguhnya adalah hal yang sangat wajar dan man...

Hidup dengan Bijak

    Pagi ini rasanya cukup sejuk, pukul 07.00 lebih tepatnya. Setelah bermeditasi dan berdoa, aku membuka alkitab dan menemukan bacaan yang menarik perhatianku. Ini bacaannya : 1 Timotius 6:17-21 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,   melainkan pada Allah   yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.   Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,   suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya   di waktu yang akan datang untuk mencapai   hidup yang sebenarnya. Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan   kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong   dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan...