Skip to main content

Tuhan Menghendaki Manusia untuk Mawas Diri

Mat. 17:22-27

27." Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergila memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan uang empat dirham di dalamya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

Ketika membaca bacaan hari Senin, 8 Agustus 2022, ada hal yang sangat menampar buat aku yang sedang saya renungkan beberapa bulan ini. 

Bagaimana kita sebagai umat-Nya bersikap dan membangun karakter yang dapat menyukakan hati Tuhan?

Jawabannya ada di ayat di atas dimana kita sebagai manusia seringkali berpikir bahwa kita bisa seenaknya memperlakukan orang yang ada disekeliling kita. Di era teknologi yang semakin canggih, orang- orang mememiliki kemudahan untuk berkomentar melalui media sosial tentang orang lain dan menyakiti orang yang membacanya, begitu mengerikan bagaimana tanpa kita paham dan kenal orang tersebut, kita bisa berkomentar dan berpikir itu HAK kita.

Sedih rasanya karena aku sadar aku pun pasti pernah melakukan itu dan mungkin tanpa disadari masih melakukan di saat ini. Tuhan pasti sedih melihat aku yang egois tapi melalui renungan hari ini, aku disadarkan untuk memperbaiki diri bersama bimbingan Tuhan dengan tujuan agar banyak orang juga setidaknya bisa melihat sedikit pribadi Yesus di dalam diriku.

Menjadi anak-Nya bukan berarti akan jadi suci atau aktif di gereja kita menganggap kita kebal akan godaan atau musibah, bukan. Tuhan mau kita sebagai anak-anak-Nya terus memantaskan diri dihadapan-Nya dan mau berproses bersama Dia.

Tuhan Yesus memberkati :)

Comments

Popular posts from this blog

acceptance.

katanya melepaskan adalah bagian dari mencintai, mencintai orang tua, pasangan, pertemanan, atau hubungan dengan apapun/siapapun. tapi rasanya bukan hal yang mudah untuk sampai di titik itu karena ini tentang rasa, yang tidak bisa dikalkulasi dengan angka bahkan perencanaan seperti dalam pekerjaan yang jikalau gagal tak apa karena itu hanyalah sebuah data. melepaskan adalah bagian penerimaan yang dalam dan penerimaan adalah bagian dari proses duka.  duka diawali dengan penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi dan diakhiri dengan penerimaan. kamu akan menyangkal bahwa kamu tidak terima akan kehilangan sesuatu yang kamu cintai dan penuh dengan ekspektasi lalu akan masuk ke fase kemarahan di mana kamu melakukan penyangkalan diri; bahkan mungkin ke orang yang bersangkutan dengan situasi tersebut.  masa habis itu, masuklah kamu tawar-menawar dalam hati tentang bagaimana kamu bisa merubah situasi agar sesuai dengan harapanmu yang rasanya super duper sakit lalu dirimu akan mer...

Kamu Bisa Jatuh Cinta Berkali-kali

 Tahun 2024 ini trend tentang hubungan percintaan, standar pernikahan, apa yang harus di punya oleh seorang pria/wanita yang dianggap “greenflag” dan banyak hal tentang “cinta seharusnya…” Semua stigma-stigma yang muncul membangun keterbatasan tentang jatuh cinta itu sendiri, ketika kita menganggap kalau kita tidak menemukan yang seusai maka kita anggap dia bukanlah yang terbaik. Jadi bagaimanapun orang itu berusaha memberikan perhatian terbaiknya, kita akan terus menganggap kurang. Ditarik lebih mundur lagi, mungkin kita perlu memberikan waktu ke diri sendiri untuk bernafas dan merenungkan apa yang sudah kita alami sepanjang kita hidup. Apakah ada dalam hidup kita mengalami trauma-trauma masa kecil, percintaan, parenting dari orang tua yang punya latar belakang terluka juga tentang relationship yang ujung-ujungnya berdampak pada cara kita memahami jatuh cinta. Patah hati, sedih, dan merasa kadang ingin menyerah menemukan cinta yang sesungguhnya adalah hal yang sangat wajar dan man...

Hidup dengan Bijak

    Pagi ini rasanya cukup sejuk, pukul 07.00 lebih tepatnya. Setelah bermeditasi dan berdoa, aku membuka alkitab dan menemukan bacaan yang menarik perhatianku. Ini bacaannya : 1 Timotius 6:17-21 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,   melainkan pada Allah   yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.   Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,   suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya   di waktu yang akan datang untuk mencapai   hidup yang sebenarnya. Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan   kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong   dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan...